Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kedudukan Hukum, Rukun, dan Syarat Talaq

Authors

  • Ade Sultan Muhammad universitas Mataram
  • Ayang Afira Anugerahayu Universitas Mataram
  • Febrihadi Suparidho Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.55438/jile.v5i2.263

Keywords:

Talaq, Hukum Islam, Perceraian, Rukun Talaq

Abstract

Kedudukan talaq dalam hukum Islam serta rukun dan syaratnya merupakan aspek fundamental yang menentukan bagaimana perceraian harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariat. Di Indonesia, masih banyak ditemukan praktik talaq yang tidak memenuhi ketentuan hukum Islam atau dilandasi oleh pemahaman yang keliru, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap status perkawinan dan hak-hak yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kedudukan talaq dalam hukum Islam, termasuk hukum asal dan variasinya dalam berbagai kondisi, serta (2) mengidentifikasi dan menjelaskan rukun dan syarat talaq agar dinyatakan sah secara syar’i. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif. Sumber data primer meliputi Al-Qur’an, Hadis, dan kitab-kitab fikih, sedangkan sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan literatur hukum keluarga Islam. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan komparatif antar mazhab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan hukum talaq bersifat dinamis dan kontekstual. Hukum asalnya adalah mubah atau makruh, namun dapat berubah menjadi wajib, sunnah, atau haram tergantung pada kondisi yang melatarbelakanginya. Keabsahan talaq ditentukan oleh terpenuhinya rukun, yaitu suami (mutalliq), istri (mutallaqah), dan sighat (lafaz), serta syarat-syarat yang melekat pada masing-masing unsur tersebut.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif mengenai kedudukan, rukun, dan syarat talaq sangat penting untuk memastikan praktik perceraian sesuai dengan ketentuan syariat. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya edukasi hukum kepada masyarakat guna mencegah praktik talaq yang tidak sah serta melindungi hak-hak para pihak dalam perkawinan.

References

Agus. Hermanto. (2018). Peran ‘Illat Dalam Ijtihad Hukum Islam. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 11(1), 91–116. Https://Doi.Org/10.24042/Ijpmi.V11i1.3417

Akbar, A. R. (2025). Analisis Teori Mukhottiah Dan Mushowwibah Kajian Kritis Terhadap Dinamika Penetapan Hukum Islam Kontemporer. Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 10(2), 85–98. Https://Doi.Org/10.61817/Ittihad.V10i2.225

Al-Bahuti, M. Ibn Y. (1997). Kasyaf Al-Qina. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah .

Al-Jaziri, A. (2003). Al-Fiqh ’Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah . Dar Al-Kutub Al-’Ilmiyyah.

Al-Khatib, M. Asy-S. (1997). Mughni Al-Muhtaj. Dar Al-Kutub Al-’Ilmiyyah.

Al-Maqdisi, I. Q. (1968). Al-Mughni. Maktabah Al-Qahirah.

Al-Qaradhawi, Y. (1997). Halal Wal Haram Fil Islam. Maktabah Wahbah.

Al-Qaradhawi, Y. (2003). Fatawâ Mu’âshirah. Dâr Al-Qalam.

Al-Qurthubi, I. R. (2004). Bidayah Al-Mujtahid Wa Nihayah Al-Muqtashid. Dar Al-Hadits.

Al-’Utsaimin, M. Ibn S. (1996). Asy-Syarh Al-Mumti’ ’Ala Zad Al-Mustaqni. Dar Ibn Al-Jauzi.

Anjani Anjani, Detriansya Detriansya, & Putri Aprianti. (2025). Pernikahan Campuran Dan Status Anak Dalam Hukum Perdata Internasional. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(6), 124–142. Https://Doi.Org/10.62383/Aliansi.V2i6.1329

Az-Zuhaili, S. W. (1997). Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu . Dar Al-Fikr.

Az-Zuhaili, W. M. (1997). Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu. Dar Al-Fikr.

Erni Erni, & Tajul Arifin. (2025). Perceraian Dalam Perspektif Hadits Riwayat Abu Dawud Dan Pasal 39 Ayat (2) Uu No. 1 Tahun 1974. Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan, 2(3), 94–108. Https://Doi.Org/10.62383/Desentralisasi.V2i3.814

Ibn ’Asyur, M. Ath-T. (2021). Maqashid Asy-Syariah Al-Islamiyyah. Dar Suhnun.

Ibn Majah. (2009). Sunan Ibnu Majah. Dar As-Salam.

Ismail, H. (2025). Relevansi Konsep Hukum Islam Dalam Menyikapi Isu-Isu Sosial Kontemporer: Sebuah Tantangan Moderasi Beragama. Moderasi : Journal Of Islamic Studies, 5(1), 259–278. Https://Doi.Org/10.54471/Moderasi.V5i1.100

Kumala, W., Syahputra, A., & Firmansyah, H. (2025). Perceraian Di Luar Pengadilan Ditinjau Dari Perspektif Janda. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(3), 344–357. Https://Doi.Org/10.37329/Kamaya.V8i3.4717

Muhammad Saputra, Muhammad Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2025a). Kaidah Yang Berkaitan Dengan Talak. Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 3(3), 01–15. Https://Doi.Org/10.59059/Mandub.V3i3.2598

Muhammad Saputra, Muhammad Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2025b). Kaidah Yang Berkaitan Dengan Talak. Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 3(3), 01–15. Https://Doi.Org/10.59059/Mandub.V3i3.2598

Qudsiyah, S. N., Charis, A. C., & Zulfadli, Z. (2024). Kontradiksi Terhadap Keabsahan Perkawinan Pasca Talak Lisan Di Mojokerto. The Indonesian Journal Of Islamic Law And Civil Law, 5(2), 233–247. Https://Doi.Org/10.51675/Jaksya.V5i2.912

Rahmadhani Simatupang, Muhammad Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2025). Dalil Dalil Hukum Thalaq. Jurnal Kajian Dan Penelitian Umum, 3(1), 179–194. Https://Doi.Org/10.47861/Jkpu-Nalanda.V3i1.1536

Ropei, A., & Sururie, R. W. (2021). Dinamika Penjatuhan Talak Melalui Whatsapp Dalam Paradigma Pembaharuan Hukum Keluarga Islam. Al-Hukama’, 11(1), 160–184. Https://Doi.Org/10.15642/Alhukama.2021.11.1.160-184

Sabiq, S. (1983). Fiqh As-Sunnah. Dar Al-Kitab Al-’Arabi.

Soekanto, S. (2006). Penelitian Hukum Normatif.

Taimiyyah, A. Ibn. (1995). Majmu’ Fatawa, Madinah. Al-Malik Fahd,.

Zahrah, M. A. (1957). Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah. Dar Al-Fikr Al-’Arabi.

Downloads

Published

2026-07-09

How to Cite

Ade Sultan Muhammad, Anugerahayu , A. A., & Suparidho, F. (2026). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kedudukan Hukum, Rukun, dan Syarat Talaq. Journal of Islamic Law El Madani, 5(2), 1–9. https://doi.org/10.55438/jile.v5i2.263

Issue

Section

Articles