Implikasi Integrasi Sains dan Agama Terhadap Pendidikan Islam
DOI:
https://doi.org/10.55438/jiee.v3i2.89Keywords:
Sains, Agama, Integrasi, Pendidikan IslamAbstract
Membicarakan tentang integrasi sains dan agama berarti berupaya untuk memadukan antara sains dan agama, tak harus berarti menyatukan atau bahkan mencampuradukan, karena identitas atau watak dari masing-masing kedua entitas itu tak mesti hilang dan harus tetap dipertahankan. Dalam paradigma Islam, integrasi antara agama dan sains adalah sesuatu yang mungkin adanya, karena didasarkan pada gagasan ke-Esa-an (tauhid). Sudah saatnya, sains dan agama harus menghadirkan kesadaran yang muncul lewat pandangan-pandangan yang lebih harmonis, holistik, dan komprehensif. Pendidikan merupakan salah satu medium terbaik untuk tujuan tersebut. Dengan integrasi sains dan teknologi berimplikasi pada pendidikan Islam antara lain: pertama, berimplikasi dalam hal kurikulum, mengantarkan peserta didik agar memiliki hasrat dan kemampuan untuk melakukan penelitian (riset) pada bidang-bidang sains untuk kemudian menemukan “titik sambungnya” dengan realitas objektif yang terjadi pada wilayah keagamaan. Kedua, implikasi dalam proses belajar mengajar, guru mengembangkan imajinasi kreatif. Ketiga implikasi dalam aspek pendidikan sosial keagamaan. Dengan paradigma integratif, menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sebuah keyakinan dalam beragama.
References
Abdul Hayyi Akrom (2021), Integrasi Ilmu dan Implikasinya Terhadap, Jurnal Elkatarie Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol.4, No.1.
Ah Zaki Fuad (2000). Konsep Fitrah dan Implikasinya terhadap keberhasilan pendidikan Islam, Nizamia Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Vol 3.No 6
Ali dkk, Lukman (1991). KBBI. Jakarta: Balai Pustaka
Asep Muhyiddin ((2016)), “Wawasan Dakwah Islam: Integrasi Sains dan Agama”, Jurnal ANIDA, Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah, Volume 15, Nomor 2, Desember.
Hartono (2014) , Kerangka Berpikir Pembelajaran Integratif, dalam INSANIA, Vol. 19, No. 2.
Iis Arifudin (2016) . Integrasi Sains dan Agama serta Implikasinya terhadap Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati. Bandung, Jurnal Edukasi Islamika: Vol I, No. 1
Kuntowijoyo (2005) . Islam Sebagai Ilmu. Jakarta: Teraju
Lilik Nur Kholidah (2005) , Pola Integrasi Nilai-Nilai KeIslaman dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Lembaga Pendidikan, UIN Malang Jurnal At-Ta’dib Vol. 10 No. 2
Muhamad Tisna Nugraha (2000), Integrasi Ilmu Dan Agama: Praktik Islamisasi Ilmu Pengetahuan Umum Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, Vol. 17 No. 1, April.
Muhammad Riduan Harahap (2019) , Integrasi Ilmu Pengetahuan: Perspektif Filsafat Pendidikan Islam, Jurnal Hibrul ‘ulama, Vol.1 No.1, Januari-Juni
Munjin, Ahmad, Nasih, Lilik Nur Kholidah (2009). Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: Refika Adi Tama
Nurhidayat (2018), Integrasi Ilmu Pada Program Studi Manajemen Perbankan Syariah Dan Pengaruhnya Terhadap Kompetensi Lulusan, Jurnal Ekonomi Islam Volume 9, Nomor 2, November..
O’Collins, Gerald (2000) . Kamus Teologi. Yogyakarta: Kanisius
Rabiatul Adawiah (2016), “Integrasi Sains dan Agama Dalam Pembelajaran Kurikulum PAI (Perspektif Islam dan Barat serta Implementasinya)”, AL-BANJARI, Vol. 15, no. 1, Januari-Juni.
Rakhmat, Jalaluddin (2012). Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Mizan
Sholeh, S (2017). Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas). Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 14(2).
Tambak, S. (2015) Kebangkitan Pendidikan Islam: Melacak Isu Historis Kebangkitan Kembali Pendidikan Islam. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 12(2).
Zarima Zain dan Rian Vebrianto (2017), “Integrasi Keilmuan Sains Dan Islam Dalam Proses Pembelajaran Rumpun IPA”, Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 9, Pekanbaru, 18-19 Mei.





