Konstruksi Karakter Tasamuh dan Ukhuwah melalui Dialog Keluarga Remaja Muslim: Studi Fenomenologis dalam Konteks Pendidikan Nonformal

Authors

  • Muhammad Ahsanuddin Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah At-Taqwa Bandung
  • Mukarom Mukarom Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah At-Taqwa Bandung

DOI:

https://doi.org/10.55438/jiee.v5i2.251

Keywords:

pengasuhan dialogis, tasamuh, ukhuwah, remaja Muslim, fenomenologi

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran pengasuhan dialogis dalam pembentukan karakter tasamuh dan ukhuwah pada remaja Muslim dalam konteks pendidikan nonformal. Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan pengaruh pola asuh demokratis terhadap perkembangan sosial-emosional, kajian tentang pengalaman subjektif remaja dalam menginternalisasi nilai sosial-keagamaan masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 12 siswa Muslim di PKBM Abu Bakar Ash Shiddiq Bandar Lampung. Analisis tematik mengidentifikasi empat tema utama: ruang dialog dan otoritas orang tua, musyawarah keluarga sebagai pembelajaran moral, tasamuh sebagai proses negosiasi emosional-moral, dan ukhuwah sebagai solidaritas sosial yang situasional dan ambivalen. Temuan menunjukkan bahwa pengasuhan dialogis mendorong otonomi moral remaja dan memediasi internalisasi nilai toleransi dan solidaritas. Studi ini berkontribusi pada integrasi teori pengasuhan dan Pendidikan Agama Islam serta memberikan implikasi bagi pendidikan karakter berbasis dialog.

References

Aliyah, S., Zubaidi, A., Machfudi, M. I., Wahono, S. S., & Arifin, M. (2025). Implementasi pendidikan karakter berbasis toleransi dalam pembentukan sikap pluralisme. JKIP: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 6(4), 1891–1900.

http://www.journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1759

Aminah, S. (2015). Implementasi nilai ukhuwah Islamiyah dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Cendekia: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 95–110.

Azra, A. (2015). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Logos Wacana Ilmu.

Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Brown, B. B. (2004). Adolescents’ relationships with peers. In R. M. Lerner & L. Steinberg (Eds.), Handbook of adolescent psychology (pp. 363–394). Wiley.

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120.

https://doi.org/10.1086/228943

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Decety, J., & Cowell, J. M. (2014). The complex relation between morality and empathy. Trends in Cognitive Sciences, 18(7), 337–339.

https://doi.org/10.1016/j.tics.2014.04.008

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Morris, A. S. (2006). Regulation, resiliency, and quality of social functioning. Self and Identity, 1(2), 121–128.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. Norton.

Fransistyawan, R. (2025). Internalization of tasamuh values in Islamic education: A qualitative study. Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 145–160.

Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1–26.

https://doi.org/10.1080/1047840X.2014.940781

Hidayat, T., & Abidin, Z. (2021). Pendidikan karakter dalam masyarakat multikultural: Tantangan dan strategi penguatan toleransi. Jurnal Pendidikan Multikultural, 5(2), 120–135.

Kohlberg, L. (1984). The psychology of moral development: The nature and validity of moral stages. Harper & Row.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications.

Nata, A. (2014). Pendidikan Islam: Perspektif global. RajaGrafindo Persada.

Nur’aeni, F., & Lubis, M. (2022). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(1), 137–143.

https://doi.org/10.23887/paud.v10i1.46054

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research and evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Smetana, J. G. (2011). Adolescents, families, and social development: How teens construct their worlds. Wiley-Blackwell.

Steinberg, L. (2001). We know some things: Parent–adolescent relationships in retrospect and prospect. Journal of Research on Adolescence, 11(1), 1–19.

Syahrul, S., & Nurhafizah, N. (2022). Parenting style and children’s social-emotional development in early childhood education. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4321–4332.

Utami, A. C. N., & Raharjo, S. T. (2021). Pola asuh orang tua dan kenakalan remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(1), 1–15.

Verkuyten, M., Yogeeswaran, K., & Adelman, L. (2018). The psychology of intergroup toleration: A roadmap for research. Perspectives on Psychological Science, 13(4), 473–488.

https://doi.org/10.1177/1745691618762694

Downloads

Published

2026-07-06

How to Cite

Ahsanuddin, M., & Mukarom, M. (2026). Konstruksi Karakter Tasamuh dan Ukhuwah melalui Dialog Keluarga Remaja Muslim: Studi Fenomenologis dalam Konteks Pendidikan Nonformal. Journal of Islamic Education El Madani, 5(2), 133–139. https://doi.org/10.55438/jiee.v5i2.251

Issue

Section

Articles